Pages

Wednesday, 5 October 2011

ARTI KASIH

Suatu ketika dahulu, aku tidak mengerti bagaimana seorang ibu sanggup menyerahkan anaknya kepada orang lain. Bagaimana seorang ayah sanggup membenarkan anaknya dibawa pergi oleh orang yang tidak dikenali dengan penuh kerelaan. Bagaimana mungkin mereka sanggup tidak dikenali oleh anak itu sebagai orangtua sebenar. Bagiku mereka adalah orangtua yang tidak punya perasaan, tidak punya jiwa dan tidak punya tanggungjawab.

Namun... suatu waktu pandanganku jadi berubah.... ketika mana aku mulai melihat dan mengenal sahabat sahabat yang kurang bernasib baik kerna gagal mendapatkan cahaya mata setelah lama berumahtangga. Aku melihat kehidupan anak anak yang di angkat ini dan ada juga yang dewasa bersamaku, mereka amat bahagia kerana justeru memiliki keluarga yang menyayangi, prihatin dan tidak pernah berkekurangan. Kebanyakan dari mereka membesar dan menjadi orang yang berjaya.

Beberapa waktu yang lalu, aku bersyukur kerna sempat melihat peristiwa ini di depan mataku, betapa saat itu aku benar benar ingin menangis ketika melihat seorang ibu menyerahkan anaknya bersama suaminya kepada sebuah keluarga yang benar benar membutuhkan, bukan dengan tanpa perasaan tapi dengan penuh kasih sang ibu itu menyerahkan anaknya dan melihat anak itu didukung , dibawa pergi oleh  pasangan suami isteri itu, pandangannya amat dalam dan menyayat hati bagaikan terhiris hati ini melihat peristiwa itu. Mereka menyerahkan anak itu bukan kerana mereka tidak mengasihinya namun justeru kerana kasihlah mereka sanggup menyerahkannya kepada orang lain, mereka tidak mahu melihat anak itu membesar tanpa punya apa apa dan harus hidup dalam kemiskinan bersama mereka.

Aku melihat kilauan kasih dari sudut yang berbeda, betapa kesanggupan ibubapa yang menyerahkan anak kandung mereka dipelihara oleh orang lain, mereka adalah orangtua yang benar benar kuat, bukan mudah menyerahkan anak kandung kepada orang yang langsung tidak dikenali, namun demi kebahagian anak tersebut, mereka sanggup berkorban perasaan, mereka menginginkan kebahagiaan bagi anak tersebut di masa hadapan dan menyerahkannya kepada orang yang memerlukan dan punya kemampuan untuk memberikan kebahagiaan kepada anak tersebut. Ahhhhhh! Terkesan amat jiwa ini!

Sempat aku merenung tentang kasih Allah, Ia sanggup turun ke dunia dalam rupa seorang anak kecil bernama Yesus, menyerahkanNya kepada manusia sederhana untuk dipelihara tanpa sebarang kemuliaan yang dapat dipandang apalagi untuk dihormati, sanggup membiarkan Ia disiksa, didera, disebat, diseret, dihina dicaci maki dan disalibkan sampai wafat hanya untuk menebus dosa manusia.......... DarahNya tercurah di Golgota, semasa hayatNya Dia tidak dipandang, namun kerna KasihNya Dia menjangkau banyak jiwa, menjala jiwa jiwa, mewartakan khabar gembira, mewartakan penyelamatan................. dan............ sampai kini lewat gerejaNya, lewat kuasa Roh KudusNya Dia tetap berkarya demi keselamatan banyak jiwa dan sampai saat ini, lewat saya dan saudara Dia tetap mewartakan kasihNya.

Cinta kasih seorang bonda seperti Bonda Maria yang sanggup menyerahkan Anaknya ke tangan manusia untuk dihakimi meskipun tidak bersalah, melihatNya disiksa dan dihukum tanpa sebarang kesalahan, namun dosa kitalah yang sebenarnya ditanggungNya dan bonda tahu itu semua.......
Ibu manakah sebenarnya sanggup melihat anaknya disiksa meskipun barangkali ia bersalah, apalagi bonda Maria......bonda kita bersama yang melihat dengan jelas di depan matanya anak yang dikenalinya dan diketahuinya tidak punya sebarang kesalahan untuk jelas jelas menerima hukuman yang sedemikian hina, untuk menerima kesakitan sedemikian rupa bagi kesalahan yang tidak pernah Dia lakukan..... siapakah yang sanggup.

Kukenal Arti Kasih, suatu yang amat sukar dimengerti, sedalam manakah kita sanggup berkorban demi kasih????? Walau ternyata menyakitkan untuk diterima... ibubapa yang terluka kerana anak anak yang tidak mengenang budi, anak yang mengandung dan melahirkan tanpa suami, anak anak yang meninggalkan gereja kerana mengikuti pasangan yang berlainan agama, anak anak yang lari dari rumah, .............

Sejauh manakah kita mampu mengasihi.... ketika dicurangi oleh pasangan, ketika difitnah oleh sahabat sendiri, ketika semua perkara baik yang kita lakukan tidak dihargai....ketika semua orang membenci kita dan memulaukan kita, ketika di saat bahagia kita dikhianati oleh sahabat sendiri dan dalam semua ketika kita benar benar memerlukan kasih namun tidak dipandang dan dalam pelbagai hal lagi yang ada di sekeliling kita.

Kasih Allah cuma cuma, tanpa syarat, tanpa sempadan, tidak membeda bedakan, kasih Allah untuk semua dalam segala waktu, kasih Allah adalah kasih tanpa mengharapkan sebarang penghargaan dan balasan. Arti kasih tidak selalu menjanjikan yang termanis namun kasih yang sebenar adalah membahagiakan. Kasih itu lemah lembut, mudah mengampuni dan selalu menghargai. Tanamlah benih kasih Allah dalam jiwa kita, suburkan kasih lewat FirmanNya, siramilah kasih dengan Doa.


Salam kasih buat semua..... shalom!

No comments:

Post a Comment