Pages

Friday, 26 April 2013

MAKNA KASIH


Percik Bijak Bersama Romo Yos'Ivo
Makna Kasih

Kasih tidak menyangkal perbedaan tetapi menerima perbedaan dan menjadikannya suatu momen untuk saling, menghargai, melengkapi dan memperkaya satu sama lain.

Kasih tidak menjamin tidak akan ada masalah, gesekan dan pertengkaran, tetapi kasih mengajak semua orang untuk tidak menjadikan masalah sebagai jalan untuk berpisah dan tetapi semakin mengutuhkan persaudaraan

Kasih bukan juga menjadikan kita terutama untuk menjadi sempurna tetapi justru dalam keterbatasan itu kita mau saling berbagi dan menjadikan orang lain sebagai saudara dan sahabat.

Kasih juga bukan anta r aku dan kamu, engkau dan dia harus sejalan dan seirama. Derap langkah kita bisa berbeda dan irama hidup kita bisa tidak sama namun tujuan kita bisa satu dan sama menjunjung tinggi perdamaian dan keadilan

Kasih bukan mau menojonjolkan diri walau ia punya banyak talenta tetapi sebaliknya semakin rendah hati dan bersedia membagikan talentanya itu demi kebahagiaan orang lain

Kasih juga tidak menjamin orang tidak akan pernah berlaku kasar, mengeluarkan kata-kata penghinaan, cibiran, ejekan tetapi kasih mendorong kita menyadarinya sebagai sesuatu yang salah dan mengajak kita untuk meminta maaf.

Kasih tidak memandang penghinaan orang lain sebagai bencana tetapi sebagai jalan untuk menjadikannya sebagai pribadi yang sabar dan tabah

Kasih tidak menyimpan sakit hati dan balas dendam terhadap orang lain tetapi selalu mengedepankan pintu maaf bagi sesama

Kasih tidak terutama melihat apa yang diberikan oleh seseorang tetapi siapa yang memberikan itu dari ketulusan dan keikhlasan hatinya.

Kasih selalu mengajak kita untuk berterimakasih dan bersyukur akan pemberian terkecil sekalipun.

Kasih mengajak setiap orang menunjukkan dirinya bukan terutama lewat kata-kata tetapi lewat perbuatan

Karena itu kasih bisa kita untai berjuta makna dan berjuta slogan namun satu yang terpenting sudahkah kita, saya dan anda telah menjadi pelaku kasih?

Para sahabat terkasih, setiap orang tahu tentang hukum kasih itu. Setiap orang juga hafal dengan fasih. Namun tidak setiap orang melaksanakan atau mewujudkannya dalam hidup konkrit. Pengertian itu tinggal dalam pengertian saja. Pengetahuan itu juga berkutat sebagai pengetahuan saja. Dengan kata lain hanya sebatas NATO (No action talk only). Mengasihi hanya kuat bergaung dalam perkataan tetapi tidak ada dalam tindakan. Kita ahli berteori tetapi kurang dalam praktek.

Thursday, 25 April 2013

MENANGISLAH TETAPI TERSENYUMLAH KEMUDIAN


Perkongsian Bersama Romo Yos'Ivo OfmCap
MENANGIS TETAPI TERSENYUMLAH KEMUDIAN
(Sebuah Refleksi Keteduhan Batin)

Anda boleh memberi seratus alasan untuk menangis tetapi Allah akan memberi sejuta alasan bagimu untuk tersenyum. Air mata kerap menjadi pelarian kita bila sesuatu yang menyentuh hati dan perasaan terjadi dalam diri kita. Kita menumpahkan segala rasa lewat cara itu. Maka, pernah orang berkata, “Air mataku sudah habis untuknya. Tidak ada lagi rasanya air mata tersisa untuk masalahku” Tidak sahabatku. Air mata tidak akan pernah habis selagi hidup masih berjalan. Tetapi penghiburan Allah juga tidak akan pernah kering untukmu. Mata bagaikan telaga yang tidak akan pernah kering sebagaimana kasih Allah juga berlimpah bagimu. Mata tetap menyimpan air mata karena menangis adalah salah satu cara menjawab pertanyaan atas hidup “Mengapa aku alami hidup yang begitu pahit.”

Bagi banyak orang, bersedih bagaikan menu biasa bagi kita. Rasanya hidup berjalan seret dan oleng ketika beban dan badai itu menimpa diri dan keluarganya. Sisi gembira dan ceria lenyap ditelan oleh mulut penderitaan dan masalah. Maka tawa mereka tersimpan oleh mendung. Dan keceriaan mereka lenyap oleh gerimis kesedihan.

Para sahabatku terkasih, manakah yang lebih baik mengatakan kepadamu, “Tersenyumlah dan kecaplah bahagiamu daripada mengatakan hidup ini memang kejam dan tidak ada artinya berharap” Sebagai orang Kristen kita harus tetap berharap dan bersabar. Saya pernah mengatkan, bersabar itu tidak pernah diukur oleh waktu dan jangan pernah berhenti berharap.

Anda boleh memberi seratus alasan untuk menangis tetapi Allah akan memberi sejuta alasan bagimu untuk tersenyum. Anda lumrah menangis ketika anakmu tidak sesuai dengan harapanmu dan keluargamu dilanda prahara hidup. Kamu juga boleh menangis ketika peristiwa pilu menyayat hati dan perasaanmu. Tetapi berusahalah tersenyum karena Allah selalu besertamu (Imanuel). Allah memanggilmu dengan namamu (Yesaya 45:4) Dia juga telah menganugerahkan bagimu Puteranya Tunggal-Nya sebagai bukti kasih-Nya untukmu (Yohanes 3:16).

Yesus hadir mengajarimu dan menguatkanmu. Dia selalu ada di sisimu. Dia mengampunimu. Dia bahkan memberi dirinya sendiri bekal hidupmu kelak. Yesus mengatakan, “Datanglah kepada-Ku kalian yang memikul beban berat dan Aku akan memberikan kelegaan kepadamu (Mateus 11:28). Yesus juga menegaskan lagi jangan takut, “Aku akan menyertaimu sampai akhir jaman (Mateus 28:20).

Bukankah ini menjadi alasan bagimu untuk tersenyum? Menangislah tetapi jangan lupa senyum kemudian karena Allah mengasihimu lebih dalam daripada kamu mengasihi dirimu sendiri. Karena dia mengenalmu lebih dalam daripada kamu sendiri mengenal dirimu. Karena Dia mendalami pikiran dan perasaanmu. Karena dia mengerti apa yang kamu alami.