Perkongsian Bersama Romo Yos'Ivo OfmCap
MENANGIS TETAPI TERSENYUMLAH KEMUDIAN
(Sebuah Refleksi Keteduhan Batin)
Anda boleh memberi seratus alasan untuk menangis tetapi Allah akan memberi sejuta alasan bagimu untuk tersenyum. Air mata kerap menjadi pelarian kita bila sesuatu yang menyentuh hati dan perasaan terjadi dalam diri kita. Kita menumpahkan segala rasa lewat cara itu. Maka, pernah orang berkata, “Air mataku sudah habis untuknya. Tidak ada lagi rasanya air mata tersisa untuk masalahku” Tidak sahabatku. Air mata tidak akan pernah habis selagi hidup masih berjalan. Tetapi penghiburan Allah juga tidak akan pernah kering untukmu. Mata bagaikan telaga yang tidak akan pernah kering sebagaimana kasih Allah juga berlimpah bagimu. Mata tetap menyimpan air mata karena menangis adalah salah satu cara menjawab pertanyaan atas hidup “Mengapa aku alami hidup yang begitu pahit.”
Bagi banyak orang, bersedih bagaikan menu biasa bagi kita. Rasanya hidup berjalan seret dan oleng ketika beban dan badai itu menimpa diri dan keluarganya. Sisi gembira dan ceria lenyap ditelan oleh mulut penderitaan dan masalah. Maka tawa mereka tersimpan oleh mendung. Dan keceriaan mereka lenyap oleh gerimis kesedihan.
Para sahabatku terkasih, manakah yang lebih baik mengatakan kepadamu, “Tersenyumlah dan kecaplah bahagiamu daripada mengatakan hidup ini memang kejam dan tidak ada artinya berharap” Sebagai orang Kristen kita harus tetap berharap dan bersabar. Saya pernah mengatkan, bersabar itu tidak pernah diukur oleh waktu dan jangan pernah berhenti berharap.
Anda boleh memberi seratus alasan untuk menangis tetapi Allah akan memberi sejuta alasan bagimu untuk tersenyum. Anda lumrah menangis ketika anakmu tidak sesuai dengan harapanmu dan keluargamu dilanda prahara hidup. Kamu juga boleh menangis ketika peristiwa pilu menyayat hati dan perasaanmu. Tetapi berusahalah tersenyum karena Allah selalu besertamu (Imanuel). Allah memanggilmu dengan namamu (Yesaya 45:4) Dia juga telah menganugerahkan bagimu Puteranya Tunggal-Nya sebagai bukti kasih-Nya untukmu (Yohanes 3:16).
Yesus hadir mengajarimu dan menguatkanmu. Dia selalu ada di sisimu. Dia mengampunimu. Dia bahkan memberi dirinya sendiri bekal hidupmu kelak. Yesus mengatakan, “Datanglah kepada-Ku kalian yang memikul beban berat dan Aku akan memberikan kelegaan kepadamu (Mateus 11:28). Yesus juga menegaskan lagi jangan takut, “Aku akan menyertaimu sampai akhir jaman (Mateus 28:20).
Bukankah ini menjadi alasan bagimu untuk tersenyum? Menangislah tetapi jangan lupa senyum kemudian karena Allah mengasihimu lebih dalam daripada kamu mengasihi dirimu sendiri. Karena dia mengenalmu lebih dalam daripada kamu sendiri mengenal dirimu. Karena Dia mendalami pikiran dan perasaanmu. Karena dia mengerti apa yang kamu alami.
MENANGIS TETAPI TERSENYUMLAH KEMUDIAN
(Sebuah Refleksi Keteduhan Batin)
Anda boleh memberi seratus alasan untuk menangis tetapi Allah akan memberi sejuta alasan bagimu untuk tersenyum. Air mata kerap menjadi pelarian kita bila sesuatu yang menyentuh hati dan perasaan terjadi dalam diri kita. Kita menumpahkan segala rasa lewat cara itu. Maka, pernah orang berkata, “Air mataku sudah habis untuknya. Tidak ada lagi rasanya air mata tersisa untuk masalahku” Tidak sahabatku. Air mata tidak akan pernah habis selagi hidup masih berjalan. Tetapi penghiburan Allah juga tidak akan pernah kering untukmu. Mata bagaikan telaga yang tidak akan pernah kering sebagaimana kasih Allah juga berlimpah bagimu. Mata tetap menyimpan air mata karena menangis adalah salah satu cara menjawab pertanyaan atas hidup “Mengapa aku alami hidup yang begitu pahit.”
Bagi banyak orang, bersedih bagaikan menu biasa bagi kita. Rasanya hidup berjalan seret dan oleng ketika beban dan badai itu menimpa diri dan keluarganya. Sisi gembira dan ceria lenyap ditelan oleh mulut penderitaan dan masalah. Maka tawa mereka tersimpan oleh mendung. Dan keceriaan mereka lenyap oleh gerimis kesedihan.
Para sahabatku terkasih, manakah yang lebih baik mengatakan kepadamu, “Tersenyumlah dan kecaplah bahagiamu daripada mengatakan hidup ini memang kejam dan tidak ada artinya berharap” Sebagai orang Kristen kita harus tetap berharap dan bersabar. Saya pernah mengatkan, bersabar itu tidak pernah diukur oleh waktu dan jangan pernah berhenti berharap.
Anda boleh memberi seratus alasan untuk menangis tetapi Allah akan memberi sejuta alasan bagimu untuk tersenyum. Anda lumrah menangis ketika anakmu tidak sesuai dengan harapanmu dan keluargamu dilanda prahara hidup. Kamu juga boleh menangis ketika peristiwa pilu menyayat hati dan perasaanmu. Tetapi berusahalah tersenyum karena Allah selalu besertamu (Imanuel). Allah memanggilmu dengan namamu (Yesaya 45:4) Dia juga telah menganugerahkan bagimu Puteranya Tunggal-Nya sebagai bukti kasih-Nya untukmu (Yohanes 3:16).
Yesus hadir mengajarimu dan menguatkanmu. Dia selalu ada di sisimu. Dia mengampunimu. Dia bahkan memberi dirinya sendiri bekal hidupmu kelak. Yesus mengatakan, “Datanglah kepada-Ku kalian yang memikul beban berat dan Aku akan memberikan kelegaan kepadamu (Mateus 11:28). Yesus juga menegaskan lagi jangan takut, “Aku akan menyertaimu sampai akhir jaman (Mateus 28:20).
Bukankah ini menjadi alasan bagimu untuk tersenyum? Menangislah tetapi jangan lupa senyum kemudian karena Allah mengasihimu lebih dalam daripada kamu mengasihi dirimu sendiri. Karena dia mengenalmu lebih dalam daripada kamu sendiri mengenal dirimu. Karena Dia mendalami pikiran dan perasaanmu. Karena dia mengerti apa yang kamu alami.

No comments:
Post a Comment