ALLAH TERSENYUM DIKALA KITA MENGGUNAKAN KEMAMPUAN KITA
Malam kelmarin berlaku banjir kilat di tempat saya. .Sekadar mau berbahagi bagaimana situasi pada waktu itu di mana kejadian banjir kilat itu di luar dugaan saya. Kerana begitu asyik memandang di laman hadapan melihat air hujan yg semakin naik melepasi paras longkang, saya terlupa untuk melihat di belakang rumah dan tanpa saya sedari air tiba tiba melimpah dari laman belakang saya dan memang diluar dugaan saya. Saya sedikit terkejut dengan hal ini kerana ianya pertama kali terjadi di dalam hidup saya, terasa bagaikan sedang menonton sebuah filem namun ia sebenarnya realiti.
Air terus menerus masuk dari bahagian dapur dan tandas rumah saya akibat dari sistem perparitan yang sememangnya teruk di kawasan ini dan sememangnya tidak mengherankan apabila kecenderungan utk terjadinya kejadian banjir kilat seperti ini. Namun bagi diri saya secara pribadi ianya memang diluar jangkaan lagi pula apabila melihat air bermula dari belakang rumah pada waktu saya sedang mengawasinya di laman hadapan. Seharian saya memikirkannya bagaimana air boleh naik masuk kebahagain saluran air keluar. Namun apa yang saya pelajari dari kejadian ini, saya tidak boleh menghadapi situasi ini dengan panik, harus ada keberanian utk menghadapinya dan bertindak dengan cepat dan tepat, pada waktu itu yg penting bagi saya adalah menyelamatkan harta benda yang berharga disamping memikirkan bagaimana boleh meredakan air yang masuk itu.
Peristiwa ini membuatkan saya memilihnya sebagai bahan renungan peribadi dan sepertinya Allah sedang tersenyum melihat bagaimana saya takkala melewati situasi ini dengan kemampuan diri sendiri sehingga melihatnya seperti menonton filem padahal ianya nyata terjadi.
Pengalaman ini saya bawakan untuk renungan saya dan kalian semua ......bahwa Allah membenarkan segala sesuatu terjadi untuk suatu tujuan dan darinya saya renungkan tentang kehidupan kita yang terlalu mengarah ke hadapan tanpa mau memperhatikan hal hal yg pernah berlaku di masa lalu.
Nah! Itu cerita saya... saya yakin kisah dan pengalaman hidup anda jauh lebih menarik, tapi ayuh kita coba renungkan bagaimana hidup penuh dengan kebencian dan luka, ada duka di dalam hati, ada dendam yang boleh membanjiri dan menghancurkan kehidupan anda dari belakang ( dari masa lalu anda ). Kejadian banjir kilat yang terjadi melalui laman belakang saya lewat saluran air yang sepatutnya saluran keluar air merupakan suatu peringatan kepada saya dan anda semua. Apabila kita terlalu leka memandang ke hadapan tanpa memerhatikan sekeliling kita ianya boleh mengundang kejatuhan iman kita. Kita bersikeras menyatakan bahawa cuma kita yang benar dan yg lainnya tidak, kita kurang memperhatikan manusia2 di sekeliling kita padahal mereka itu sebahagiannya adalah keluarga kita sendiri, sahabat atau mereka yang memerlukan perhatian kita.
Sedikit perkongsian saya lewat banjir kilat itu adalah, sebuah keberanian diperlukan utk mengubah situasi dan utk mematikan kegoan diri, cobalah belajar dari setiap kejadian. yg terjadi dalam hidup.
Apakah anda memang sudah bersedia memandang terus ke hadapan????
Kalau memang jawabannya "IA", sediakah anda mau berdamai dan memeluk ahli keluargamu yg sekian lama anda abaikan, bersikap jujur, telus dan jangan ada kecurangan dalam sebuah perhubungan dan ikatan???
Sediakah anda maju ke hadapan tanpa sebuah dendam????Sudahkah anda belajar memaafkan dari kisah masa lalu???
Pandanglah sejenak ke belakang sebelum anda maju dan melihat ke hadapan, mungkinkah anda pernah atau sedang berfikir bahawa Allah tidak pernah peduli dgn bahagian2 lain dari hidup anda yang gelap??
Setiap dari inci kehidupan itu amat berharga, bukan suatu permainan atau hayalan semata dan semua perkara yang pernah terjadi adalah nyata yg sudah dilalui utk menjadikan kita seperti hari ini. Tanyalah pada diri.... bidang kehidupan manakah kita perlu mempercayakan Allah. Tuhan amat senang melihat kita mampu menggunakan kemampuan kita, tapi Tuhan lebih senang kepada mereka yang takut akan Dia dan berharap akan kasih setiaNya. Allah melihat sikap hati dan setiap kegiatan kita dan mengampuni pelangaran2 kita.
Pujilah dan muliakanlah Allah dengan hati yg damai, penuh kerendahan hati dan mengampuni sesama, kembalilah kepada kasih Allah itu sendiri. Ampunilah sesamamu agar engkau juga diampuni.
Jadikan pengalaman sebagai guru dalam hidupmu dan jadikannya sebagai renugan dlm perjalananmu, jangan pernah mengabaikan Allah yg sudah membukakan pintu utkmu, ingatlah Dia tidak akan pernah meninggalkan kita, walau kita selalu berlari jauh meningglkanNya. Lihatlah sesekali ke belakang maka engkau akan melihat kasihNya yg selalu menyelamatkanmu, di saat engkau merasa Dia meninggalkanmu keseorangan justeru Dia sedang mengendongmu dan tapak kakiNyalah yang engkau lihat ketika engkau lemah agar kita mampu memandang ke depan tanpa rasa takut, jadikanlah ketakutan akan Allah itu untuk takut hidup berdosa.
Jangan takut tuk berubah kerana arti kasih itu bukanlah dinilai berapa ramai yang menyukaimu tapi selalu memberi dgn kasih maka engkau akan memiliki kasih yang sempurna.. kasih Allah itu luas dan dalam untukku dan untuk kamu. Berubahlah bagi Dia.Semoga Tuhan memberkati.
Karya: Judyana James Tokiroi Shontori
Ditulis kembali: Martina Marius
No comments:
Post a Comment