Pages

Friday, 25 November 2011

KISAH SEORANG RAJA ( Ilham tulisan dari: Kelly Johnny )

Alkisah seorang raja yang masyhur yang punya 4 orang isteri yang cukup jelita, namun dari keempat empat isteri baginda, baginda amat menyayangi isteri bungsunya seorang jelitawan muda lagi jelita, manja dan berketerampilan serta amat pandai mengambil hati baginda. Lalu... segala kemewahan yang dipinta oleh si isteri yang bungsu ini terpenuhi, makan minum dan pakaiannya, uang harta, rumah, gedung perniagaan.... semua di berikan sang raja.

Isteri ke 3 raja juga tidak kurang tarikannya.... ia pandai mengatur hidup sang raja sehingga segala keperluan yang dikehendaki raja pasti terpenuhi dengan segera bahkan segala urusan perniagaan diuruskannya dengan amat baik demikian juga rumahtangga mereka, semuanya tip top... layanan yang diberi sang isteri yang ketiga ini memang memuaskan sehingga raja juga amat amat menyayanginya dan memberikan perhatian yang amat, tidak ada kebutuhan yang diperlukan oleh isteri ke 3 ini yang tidak terpenuhi.

Nah! Isteri yang ke 2.... seorang wanita yang cukup anggun, wajahnya... lentok longlainya menyamai si isteri bungsu... dia benar benar tahu membawa diri, melayani setiap tetamu di raja, kelemah lembutannya menarik banyak tetamu sehingga menjadi tumpuan bukan saja tetamu tetamu diraja tetapi juga hati baginda raja. Dia pandai bersosial sehingga menarik ramai orang berminat untuk menjadi rakan kongsi pada setiap urusan perniagaan yang diuruskan oleh keluarga diraja ini. Isteri ke 2 ini juga disayangi oleh raja, ia bagaikan penasihat raja, apa saja masalah yang dihadapi sang raja pasti diceritakannya kepada isteri yang ke 2 ini...segenap permintaannya dikabulkan dan isteri ini benar benar tidak berkekurangan.

Isteri pertama baginda, raja permaisuri bagaikan barang usang yang layak di jadikan bahan pameran di muzium sahaja dan kehadirannya langsung tidak dikesahkan sang raja, permaisuri ini tidak layak bicara.. apalagi memberikan pendapat dalam apa juga perkara, baginda permaisuri disorokkan dari perhatian umum kerana kononnya cuma memalukan sang raja, baginda permaisuri kononnya terlalu kolot, tidak pandai bergaul dan selalu pula sakit sakitan. Baginda permaisuri ini memang selalu sakit sakitan kerana raja tidak pernah memerdulikan kebajikannya, makan minumnya, pakaiannya, kebutuhan hidupnya... dia bagaikan kayu buruk yang terdampar tidak diperdulikan, apa saja yang diperlukannya tidak pernah didengari... Sang permaisuri amat uzur dan kurus sekali, penampilannya juga tidak indah bukan kerana baginda tidak cantik kerana sememangnya bagindalah yang tercantik di antara para isteri sang raja ini bahkan yang tercantik diantara semua wanita di dunia ini.

Dikisahkan suatu hari sang raja gering sehingga tidak boleh bangun lagi... doktor, tabib sudahpun dipanggil namun kesihatan sang raja ternyata semakin memburuk, lalu dipanggillah oleh sang raja akan isteri isterinya dan baginda bertanyakan satu persatu bermula dari si bungsu:-
" Hai isteriku! Keadaanku sangat tenat sekali, mahukah kau menemaniku pada saat saat seperti ini agar aku bisa cepat sembuh! Tanpa berkata apa apa sibungsu menjeling lalu pergi, si raja amat terluka dengan tindakan si isteri bungsu. Raja kemudiannya berkata kepada isteri yang ke 3 dan menanyakan soalan yang sama dengan isteri yang ke 3 itu... isteri yang ke 3 itu berkata:- ' maafkan aku... banyak sekali perkara yang harus aku uruskan, aku tidak punya waktu untuk duduk berdiam di hadapanmu dan menjagaimu, lagi pula bisa bisa aku juga kejangkitan penyakitmu.' Terkesima si raja mendengarkan jawaban isterinya itu.
Dikuatkanya hatinya, lalu bertanya pula kepada isterinya yang ke 2 namun jawaban isterinya yang ini lebih menikam jantungnya:- ' aku hanya mampu mengiring jenazahmu ke kuburan tetapi menjagaimu saat ini tidak mungkin'.

Raja benar benar terluka dengan perbuatan isteri isterinya, raja benar benar merasa sendirian dan amat tertekan oleh perbuatan mereka terhadapnya. Dalam separuh berbisik dia bertanya kepada dirinya sendiri:- " Lalu siapakah yang mahu menemaniku?". Satu suara halus menyapanya:- " Aku sedia dan selalu ada bersamamu, di waktu senang apalagi di masa seperti ini, aku senantiasa ada dekat denganmu, di saat aku dibutuhkan atau tidak olehmu, aku tetap ada di sampingmu!" Raja menoleh pada suara halus itu, ternyata baginda permaisuri ada di sisinya dan dia tidak pernah menyadarinya.... lalu menangislah raja dengan seribu penyesalan di hatinya.... dia ingin sekali menolaknya kerana terlalu malu dan menyesal akan perbuatannya....namun tidak mempunyai daya lagi, yang dia abaikan selama ini ternyata selalu bersamanya namun dia tidak pernah melihatnya.

Saudara saudara sekalian, isteri isteri yang dijadikan perlambangan di dalam cerita ini adalah:-
1. JIWA & IMAN

2. KELUARGA & KAWAN2 
3. KEKAYAAN & HARTA 
4. TUBUH JASMANI

Kita ternyata sering memberikan lebih perhatian terhadap tubuh jasmani dan keperluannya, sehingga kita sanggup megeluarkan ribuan uang untuk kecantikan, ketampanan,  kita sering mengandalkan segala kekayaan dan harta milik kita sehingga sanggup melakukan apa saja untuk kekayaan itu.
Kita lebih memberikan perhatian yang lebih terhadap kawan kawan mahupun keluarga kita semata mata, kita berkerja dan mengabdi kepada kesenangan dan kebahagiaan sementara, kononnya kita lakukan semua itu hanya untuk kesenangan semua.
Kita sering terlupa, ternyata dalam mengusahakan SUKSES kita harus memelihara jiwa kita, kita harus memberikan makanan rohani kepada iman kita.... tanpa campur tangan Allah tidak ada pekerjaan dan urusan yang benar benar sukses.... Ingatlah tubuh yang cantik dan selalu muda, kekayaan dan uang ringgit, kawan kawan serta keluarga tidak akan pernah terberkati tanpa hadirnya Allah di tengah tengah kehidupanmu.

Tidak salah mencari dunia tetapi carilah Tuhan dan terangNya terlebih dahulu. Ingatlah selalu: Di saat engkau mengalami kesulitan dan tekanan, di saat itu engkau akan bisa mengenal kebaikan Tuhan dan di saat itu juga matamu akan lebih terbuka mengenal siapakah sahabatmu yang sebenarnya.

Semoga Tuhan memberkati setiap usaha kita dan selalu menemani kita di saat kelam kehidupan kita. Amen!!

No comments:

Post a Comment