Pages

Thursday, 10 November 2011

DIA BRIKAN TEPAT PADA WAKTUNYA

Shalom semua!! Segala sesuatu yang ada pada hari ini adalah belas kasih dari Allah, banyak perkara yang terjadi di dalam kehidupan ini di sebalik kekelamannya terbit terang bagaikan pelangi sehabis hujan. Segala yang tidak indah yang pernah kita rasakan sebelumnya cumalah suatu dugaan dari Allah yang mahu menguji sejauh manakah kesabaran kita, sekuat manakah hati kita dan secekal manakah kita menghadapi pencobaan pencobaan yang mendatang, jauh lebih bermakna menguji setakat manakah iman percaya kita pada kekuatan doa.

Beberapa tahun yang lalu, saya terpanggil untuk menghadiri retret panggilan selama sebulan bersama Putri Karmel... sememangnya menjadi impian saya untuk hidup membiara dan ketika menerima panggilan itu, saya melangkah dengan gembira sekali tanpa memikirkannya walau sesaat maupun keperluan keperluan yang bakal saya butuhkan. Selama sebulan saya bersama dengan kongregasi Putri Karmel dibimbing oleh Suster Magret dan seorang lagi suster yang didatangkan khas dari Indonesia, saya benar benar menghayati kehidupan membiara bersama mereka dan sahabat sahabat yang lainnya.

Perjalanan yang saya lalui selama sebulan itu umpama pendakian ke gunung bersama Tuhan, namun yang pedihnya, ternyata saya harus turun semula ke bawah dan menghadapi semula kehidupan saya seperti biasa sambil menunggu jawaban dari pihak kongregasi Putri Karmel.

Pada hari terakhir bersama Putri Karmel saya menyadari masalah yang bakal saya alami, saya ternyata tidak punya uang, entah bagaimana saya tidak menyadari hal ini ketika saya mula mula mendatangi tempat itu. Pada masa yang sama saya teringat bahawa ketika saya datang ke tempat itu ternyata saya menumpang kereta seorang sahabat yang juga menghadiri retret ini, namun kerana urusan kerja beliau tidak dapat mengikuti secara penuh akan retret panggilan itu dan beliau berjanji akan datang kembali pada hujung retret tersebut iaitu di hari penutupan, namun sekali lagi hal pekerjaannya menghalanginya untuk datang, maka saya harus kembali ke daerah saya seorang diri.

Saya cuma punya uang syiling hanya beberapa sen dan herannya saya benar benar tidak menyadari hal itu sebelumnya, saya terfikir untuk menghubungi keluarga saya tapi rasanya uang syiling yang ada di tangan saya memang tidak mencukupi, usaha terakhir saya cuma satu,  bahawa saya akan menaiki teksi dan meminta agar dihantar sampai ke pintu rumah agar saya bisa membayar tambangnya tetapi saya tertanya kembali bagaimana kalau orang tua saya tidak ada di rumah sedangkan saya tidak memiliki kunci rumah...bagaimana untuk masuk mengambil uang...jalannya jadi buntu .

Semasa saya menghadiri retret panggilan itu, saya sebenarnya punya seorang yang istimewa namun dia tidak tahu yang saya menghadiri retret ini, saya terfikir untuk meminta pertolongannya agar dia dapat datang menjemput saya....namun saya malu kerana saya benar benar tidak ingin kalau dia tahu niat saya untuk membiara...saya memang benar benar dalam masalah ketika itu namun saya cuma berdiam saja tanpa memberitahu kepada sesiapapun dan kerana retret terakhir berakhir agak lewat petang maka paderi yang bertugas di tempat itu menjemput saya dan beberapa orang lagi untuk menginap semalam di tempat beliau.

Sepanjang hari itu saya benar benar berdoa dan berharap Tuhan akan menunjukkan jalan bagi saya atau mungkin Tuhan mengutus seekor gagak menghantar uang bagi saya.... hahaha! Terasa lucunya berdoa seperti itu, ilham dari nabi Elia....saya berusaha untuk tenang sambil berharap agar esok sahabat saya itu dapat datang menjemput saya.

Petang itu paderi menjemput kami untuk makan malam, kalau saja orang lain yang menjemput barangkali saya katakan "Tidak lapar", namun saya paksakan diri saya makan malam bersama father tersebut. Sehabis makan paderi yang ramah itu bercerita pelbagai cerita namun tiada suatupun yang boleh meredakan kerisauan hati saya. Selepas makan malam itu kami semua kembali ke kamar untuk istirehat, pada saat saya mahu ke kamar saya, paderi tersebut memanggil saya untuk duduk sebentar sementara rakan rakan saya yang lain menuju ke kamar mereka, saya tidak memikirkan apa apa tentang kenapa paderi itu memanggil saya kerana menyangka beliau cuma mahu berbual bual dengan saya.

Apakah anda dapat menebak apa maksud paderi itu memanggil saya duduk sebentar???? Apa ianya kuasa doa???? Benarkah Allah menjawab doa saya??? Apa benar doa saya itu begitu berkesan di hati Tuhan??? Apa benar Tuhan memang memandang keperluan saya???? Saya mengatakan kepada Tuhan di dalam doa saya " Berikan saya uang tambang untuk pulang, cukup untuk membayar teksi saja...cuma itu yang saya mahu". Ketika saya duduk paderi itu menghulurkan sekeping sampul merah dan saya cuma memandang heran:- " Apa ini father?" Paderi itu mengatakan kepada saya:- " Martina! Itu untuk kamu, kerana kamu menghibur saya, kamu bernyanyi untuk saya, kamu menggembirakan saya!". Saya tidak megerti sebenarnya dan saya juga tidak membuka sampul merah itu di depan father itu kerana ianya digam, saya mengucapkan terima kasih kepadanya lalu pergi.

Sesampai di kamar, saya membuka sampul merah itu, saya benar benar terkejut kerana di dalamnya ternyata ada note merah beberapa keping di dalamnya bernilai RM30, saya tidak dapat memikirkan maupun bicara apa apa selain terkejut. Agak lama saya memandang wang tersebut...lebih dari yang saya minta dari Allah kerana tambang teksi cuma RM15 sahaja dan saya dapat lebih dari itu. Saya menangis pada saat itu, memikirkan kebaikan Tuhan.....ia memberikan tepat pada waktunya di saat saya melihat tidak ada jalan lain lagi, Dia mengutus seorang hambanya kepada saya lewat paderi itu... saya menangis sampai tidak dapat tidur malam itu....saya melihat ke dalam diri saya...siapa saya sehingga Tuhan mendengarkannya, siapa saya sehingga Tuhan memerhatikan keperluan saya??????

Saudara/i terkasih, selepas kejadian itu banyak perkara dalam hidup saya, seringkali Allah melakukan tepat pada waktunya sesuai dengan yang Dia kehendaki...ternyata ada baiknya menyerahkan seluruh rancanganmu ke dalam pertimbangan Allah....kerana Dia tahu saat mana engkau benar benar memerlukannya. Saat ini marilah kita dengan rendah hati di hadapanNya mempercayakan apa jua ke dalam pertimbangan Allah, kerana sesungguhnya tiada siapa yang lebih mendengar dan memerhatikan kita selain Allah.

Semoga perkongsian ini membawa manafaat bersama. Tuhan memberkati kita semua.

1 comment:

  1. wiwiekmariamargaretha@yahoo.co.id14 November 2011 at 00:44

    Sungguh luar biasa pengalamanmu, aku dapat merasakan betapa engkau terhimpit dengan masalah uang transport untuk kembali ke rumahmu. Saudaraku, memang Tuhan Yesus sungguh dekat dan sungguh ada didalam diri kita jika kita mau membuka diri. Selamat mengikut Tuhan Yesus

    ReplyDelete