Pages

Thursday, 22 September 2011

HADIRNYA TAK TERASA , PERGINYA MENGGAMIT RINDU (kutitipkan buat arwah Lolla Angel. Semoga diberkati)

Shalom! Selamat semua! Biar siang maupun malam...dengan riang ia menyapa, tanpa mengharap balasan...ia melemparkan senyuman buat semua, ada waktunya berbalas namun selalunya dipandang sinis. Ini kisah seorang anak gadis belasan usianya...anak yang cukup ramah dan pemurah dengan senyuman. Meski wajahnya tak semanis senyumannya, dia sememangnya anak yang pekerti, hormat kepada orang tua dan semua orang di sekelilingnya tanpa mengira siapa

Pelayanannya tak terbatas meskipun kesihatannya kian memburuk..dari setiap bulan kepada minggu demi minggu ia menjadi penghuni kepada katil katil di rumah rawatan... wajahnya tidak menjadi asing lagi dengan rumah rumah rawatan dan perawat perawatnya. Ia seorang gadis yang berhati waja, tidak pernah gentar dengan apa saja,ia gadis yang amat polos....terkadang sewaktu sakitnya tiba...ia boleh menangguhkan untuk di tahan di hospital hanya kerana ia mau mengikuti pelayanannya di gereja....ia seorang penari yang baik, suaranya berkumandang merdu di barisan koir kanak kanak di gereja....ah! Hati orang tua mana yang tidak terusik dek telatahnya bahkan guru guru sekolah dan guru guru sekolah minggunya selalu terusik.

Gadis ini suka bersahabat...ia mau punya ramai sahabat namun kerana rupanya yang kurang menarik, ia tidak menjadi tarikan untuk orang mau bersahabat dengannya. Semua itu tidak pernah diperdulikannya...ia sama seperti anak anak yang lain....cuma saja pergerakannya agak terbatas kerana ia mudah menjadi letih dan lesu. Setiap waktu anak ini didoakan...ibubapa yang amat menyayanginya, kakak kakak serta abang abangnya juga demikian. Ia amat bertuah kerana punya sahabat sahabat dan keluarga yang memberi dorongan dan sokongan padanya...semasa hayatnya ia ingin hidup dan bahagia...ia mau di sayangi oleh semua orang..

Dalam hidup ini tidak semua orang mau memandang pada yang kelihatan tidak sempurna, terkadang kita punya perasaan yang jijik dan tidak ingin untuk memandang. Ada juga yang berdoa agar dijauhkan dari mendapat anak anak sepertinya. Tetapi...jarang manusia dapat memandang ke dalaman dari sebuah hati atau mungkin dengan sengaja tidak mau memahami kerana takut ketularan. Apakah orang orang senasib anak gadis ini buta hati...buta perasaan...Apakah mereka tidak punya perasaan yang dapat membaca penolakan orang orang sekelilingnya, sahabat sahabat maupun ahli keluarganya sendiri? Apakah mereka ini kurang peka dengan sindiran dan ejekan?

Mereka ini lebih dari sempurna dari hati dan perasaan...jiwa mereka selalu merintih dan menangis...tetapi kitalah yang sebenarnya selalu buta hati dan perasaan kerana gagal melihat suara hati mereka....bukan dipinta untuk lahir dalam keadaan yang tidak sempurna...berbeda dari orang lain....namun...mereka juga punya hati...punya perasaan.

Kita sering berbelas kasih bila melihat penderitaan dari jauh, mereka yang dilanda bencana, kemalangan, kebuluran dan sebagainya, namun kita sering buta apabila ianya terjadi di depan mata kita...mereka seakan akan penyakit yang berjangkit dan harus dijauhi, mereka seolah olah terlalu kotor dan busuk untuk didekati malah memandang mereka juga seakan akan mendatangkan sumpahan. Mereka tidak pernah menyusahkan kita...bahkan mereka menyayangi kita, mendoakan kita meskipun pertolongan yang kita hulurkan tidak ikhlas, senyuman yang kita berikan sumbang nadanya.

Anak gadis ini telah pergi menghadap Tuhan...ia amat sihat sampai pada akhir hayatnya, dia tidak menunjukkan kesakitannya meskipun cuma Tuhan saja yang tahu ada apa dalam diri anak gadis itu, ia tidak menginginkan belas kasihan, simpati dan empati kerana sepanjang hayatnya dia berusaha tidak mau menyusahkan orang orang sekelilingnya dan ketika ia pergi...ia menderita sebentar saja di depan mata orang orang yang menyayanginya lalu ia pergi menghadap Allah.

Kepergiannya ditangisi oleh banyak orang, keluarganya, saudara saudaranya, sahabat sahabatnya dan keluarga seimannya bahkan semua guru gurunya. Semasa hayatnya kehadirannya tidak dirasai, namun perginya menggamit rindu semua orang....kebaikkan dan telatah anak gadis ini meniti bicara, mengusik setiap hati samada yang dekat maupun yang jauh, pada mereka yang dekat maupun mereka yang selama ini cuba menjauhinya...ia menjadi amat amat dekat di setiap hati dan bibir....semoga rohnya dicucuri rahmat Allah dan diampuni semua dosa dosa yang dia lakukan semasa hidupnya.

Sayangilah mereka yang dekat denganmu, selagi hayat masih ada marilah berbahagi kasih....kepada orang tua, anak anak, saudara saudara, sahabat handai dan taulan...
Membahagi kasih pada yang jauh suatu yang terpuji namun jangan lupa pada insan yang dekat dengan kita...kerana selagi ada sering tak terasa kehadirannya, mereka terkadang seakan menyusahkan kita, mereka buruk, mereka busuk, mereka hina dan sebagainya namun pada ketika kita kehilangan mereka, percayalah akan hadir seribu penyesalan yang takkan mungkin terpadam sampai hujung nyawa kita.

Kasihilah selagi engkau masih punya waktu untuk mengasihi dan di kasihi, kerana Allah akan selalu mengasihimu meskipun pada waktu kita alpa namun jangan sampai terlewat kerana kesempatan bukan selalu ada seperti esok yang belum pasti bagi kita semua demikian juga hidup. Segala kemuliaan hanya bagi Allah.

1 comment:

  1. It's a norm for human being. Bila kita masih ada sesuatu/seseorang, kita akan rasa macam biasa-biasa saja. Tapi bila ianya sudah tiada, baru kita akan rasa kehilangan yang amat. May her rest in peace.

    ReplyDelete