Pages

Saturday, 3 September 2011

KEJAHATAN DI AMBANG PINTUKU


Sekadar lelucuankah kehidupan ini? Kita mampu menerjah ke pintu pintu, ke ruang ruang hati manusia dan berbicara tentang kasih dan pengampunan, tentang pertobatan, tentang pelayanan dan sebagainya. Apabila kita punya uang kita mau mengongsikannya kepada fakir yang miskin, anak anak gelandangan, yatim dan orang orang yang terlibat dengan bencana, para ibu tunggal dan sebagainya. Kita mengembara jauh deminya, kita menangis kerananya.

Terkedu rasa hati......ketika muncul satu persatu di dalam hati tentang ruang ruang yang sering gagal kita penuhi, tentang hati hati yang dekat dengan kita yang juga membutuhkan bantuan, insan insan yang sering mejadi bahana umpat keji sumpah seranah kita.....kerana mungkin mereka kurang kerjasama dan kurang prihatin terhadap kita, kurang miskin di mata kita....lantas mereka tidak kita perhatikan."Kasihilah semua....." sekadar mainan  katakah itu, si isteri yang curang, si suami yang main ular, sahabat tikam sahabat, kawan jadi lawan, anak anak membenci orang tua mereka, ibu bapa yang pilih kasih. Kita banyak menghakimi sesama selalu mengukur kelebihan dan kelemahan orang lain. Masih adakah kasih, dimanakah ketegasannya menentang ketidak keadilan.


Kejahatan ternyata di ambang pintu tanpa kita sadari, kita memang berbakti dengan banyak orang tapi kita sering terlupa dengan orang orang yang sering dekat dengan kita yang seringkali kita anggap sebagai pengemis, pengacau dan orang yang tidak layak menerima keprihatinan kita. Sadarlah mengasihi, mengampuni dan menghargai adalah tindakan yang celik...ia tidak mengenal batasan....kasihilah sesama bukan sekadar ungkapan....jangan biarkan kejahatan  berada di ambang pintu kita...semoga Allah memberkati

No comments:

Post a Comment