Pages

Friday, 2 September 2011

JALAN UNTUK MENGAMPUNI

 Kehidupan adalah suatu yang di luar jangka....hari ini kita mungkin cuma seorang insan kerdil yang tak punya apa apa impian, tidak ada sesiapa yang mengenal kita mahupun untuk mengenal kita.. Aku mengenal seorang gadis semasa kecilku....ia seorang gadis yang sederhana namun lahir dalam keluarga yang mempunyai impian yang cukup tinggi untuk anak mereka.

Gadis ini terdidik untuk dewasa dan matang dengan cepat sekali....jika dipandang dari sudut luaran gadis ini terlihat amat sempurna...tidak ada cacat dalam dirinya....bahkan ia sering menjadi idola dan anak impian bagi setiap ibubapa. Ketika ia berusia 17 tahun....tidak ada seorangpun yang mengetahui tentang persoalan hidup yang dilalui anak gadis ini..ia memang ternyata kuat sekali dari segi luaran, semua hal yang terjadi dalam hidupnya dihadapinya sendiri...tiap persoalan dicari penyelesaiannya....semuanya tampak normal dan biasa biasa saja.

Dalam diam gadis ini ternyata sakit.....ia amat sukar melihat kelemahan....ia mahukan kesempurnaan dalam setiap tindakannya mahupun orang lain, sukar untuk kompromi. Ia membenci ayahnya yang terlalu  kasar dan tidak bertimbang rasa, ia membenci ibunya yang dirasakannya terlalu bodoh kerana tidak melawan ketika ketidakadilan berlaku terhadap dirinya, ia membenci adik beradiknya yang sering melakukan kesalahan tetapi tidak dihukum sebaliknya semua hukuman itu diterima olehnya, ia membenci banyak orang kerana menganggap mereka semua suka menyusahkan dirinya dan yang amat  parah ia amat membenci dirinya dan menganggap dia adalah anak yang tidak diperlukan.

Ketika persoalan hidupnya semakin memuncak, ia banyak sekali berfikir bagaimana cara untuk mengakhirinya dengan segera, deritanya ia sampai ketingkat tertinggi untuk mengakhiri hidupnya dengan membunuh diri.
Ternyata kasih Allah menyertai gadis ini......secara misteri ketika persoalan tentang hidup datang bertalu....seorang hamba Tuhan menghantar sebuah buku kepadanya dan ianya bukan setakat buku biasa biasa tetapi ianya berisi Firman yang hidup....ALKITAB.....di dalamnya ada borang penyertaan untuk mengikuti satu seminar tentang hidup dalam Roh. Ia menyahutnya...

Seminar ini ternyata suatu panggilan untuknya untuk memperbaharui hidupnya......penyakit magrin memang merupakan TEMAN SETIANYA sekian lama sampai ke tahap yang boleh dikatakan kritikal.
Tuhan itu memang amat amat baik dan mengenal umatnya.....Ia mengatur langkah gadis ini, mendewasakannya, mengujinya dengan api, menghantarnya ke jalan beronak duri termasuk mengujinya dengan KASIH. Saat pengampunan bukanlah jalan mudah....bertahun lamanya ia membenci semua orang termasuk dirinya....dan ketika dia melepaskan semua bebanannya di hadapan Allah, ia bertumbuh di dalam kasih....ia melepaskan semua beban hidupnya sehingga ia sendiri sukar untuk mempercayai bagaimana semua itu terjadi.

Ternyata KASIH Allah melebihi segalanya...seperti FirmanNya....tiada kuasa yang terbesar selain KASIH, kasih untuk mengampuni, kasih untuk menerima seadanya, kasih untuk melayani....kasih untuk mengasihi tanpa syaratnya......selama waktunya yang lalu ia berjalan di jalan untuk mengampuni....meski pada saat putus asanya....kasih Allah menguatkannya dan membantu ia berjalan terus di jalan pengampunan.....dan hari ini ternyata ia bukan lagi seorang gadis yang biasa biasa tetapi dia adalah wanita yang membawa KASIH ALLAH, menyebarkannya bukan hanya sekadar bicara tetapi juga hidupnya.....

Kita semua sering dipimpin untuk selalu berjalan di jalan untuk mengampuni sesama agar kita mampu mengasihi dan melayani,menghargai dan memberi penghargaan.....Bebaskan semua perkara yang menyakitkan dalam hidupmu agar engkau bisa menemukan dirimu.....berjalanlah di jalan untuk mengampuni bersama kemuliaan Allah.

DOAKU:
Ya Allahku! Ajari aku bersyukur dan selalu percaya bahawa terbitnya kasih diantara manusia adalah datang dari keredhaanMu...Ajari kami untuk selalu berjalan dalam jalan yang Kau sediakan buat kami.

1 comment:

  1. “To forgive is the highest, most beautiful form of love. In return, you will receive untold peace and happiness.”

    ReplyDelete